SITUBONDO – Temu Tahunan ke-13 Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia resmi dibuka di Royal Ballroom Utama Raya Beach Hotel & Resort, Situbondo, Jawa Timur, Rabu malam (22/7/2026). Pertemuan nasional ini menjadi momentum silaturahmi, konsolidasi organisasi, penguatan jejaring akademik, sekaligus merumuskan arah pengembangan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) di tengah transformasi pendidikan era 5.0 dengan mengangkat tema “Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global.” Tema tersebut menegaskan tantangan strategis Program Studi MPI dalam merespons perkembangan Artificial Intelligence (AI), transformasi kurikulum pendidikan tinggi berbasis OBE, penguatan riset berdampak, serta perluasan rekognisi global

Pada kesempatan ini, hadir Ketua Program Studi MPI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Afni Ma’rufah, M.Pd. dan Sekprodi Dr. Roni Harsoyo, M.Pd. Sebagai keynote speaker Kepala Sub Direktorat Pengembangan Akademik Direktorat PTKI Kementerian Agama RI Dr. Asro’i, M.Pd. Kegiatan juga diikuti para guru besar, pimpinan perguruan tinggi, pengelola Program Studi MPI, dosen, dan akademisi dari berbagai daerah di Indonesia. Serta turut hadir pengurus PPMPI Indonesia mulai dari ketua Prof. Dr. Sri Rahmi, M.A., sekretaris Prof. Dr. Zainal Arifin, M.S.I., bendahara Dr. Feiby Ismail, M.Pd., dan struktural serta koordinator daerah seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua PPMPI Prof. Dr. Sri Rahmi, MA. menegaskan bahwa kehadiran Artificial Intelligence (AI) telah memengaruhi pembelajaran, penelitian, layanan akademik, pengelolaan data, hingga pengambilan keputusan kelembagaan. Oleh karena itu, perguruan tinggi dituntut mengembangkan kurikulum berorientasi capaian melalui OBE dan memperkuat riset yang tidak berhenti pada publikasi, tetapi memberikan dampak nyata bagi lembaga pendidikan dan masyarakat.

Merespon terhadap tuntunan zaman, rangkaian kegiatan menghadirkan agenda substantif seperti penguatan kurikulum berbasis OBE dan riset berdampak, Klinik Teknis Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0, pengelolaan jurnal internasional bereputasi dan nasional terakreditasi, serta penguatan kerja sama antarperguruan tinggi dan Program Studi MPI.
Prodi MPI dituntut mempersiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan ekosistem pendidikan berbasis teknologi. Namun, pemanfaatan AI harus tetap kritis, etis, dan bertanggung jawab. Dalam pendidikan Islam, teknologi harus berjalan bersama nilai, integritas akademik, kepemimpinan, dan dimensi kemanusiaan. Transformasi juga menyentuh kurikulum melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum tidak cukup menjadi kumpulan mata kuliah, tetapi harus memastikan lulusan memiliki kompetensi relevan dengan kebutuhan lembaga pendidikan, masyarakat, dunia profesional, dan perkembangan zaman. Komitmen tersebut diperkuat melalui peluncuran Buku Kurikulum MPI Berbasis OBE sebagai salah satu referensi bersama bagi pengembangan kurikulum Prodi MPI

Sementara itu, riset berdampak menjadi pilar penting menuju rekognisi global. Orientasi penelitian perlu bergeser dari sekadar mengejar jumlah publikasi menuju riset yang memiliki relevansi dan kontribusi nyata. Bidang MPI memiliki ruang riset luas, mulai kepemimpinan dan mutu pendidikan, tata kelola pesantren, transformasi digital, sumber daya manusia, pembiayaan, kurikulum, hingga perlindungan peserta didik. Riset MPI diharapkan tidak hanya menghasilkan artikel ilmiah, tetapi juga melahirkan model, kebijakan, sistem, instrumen, rekomendasi, dan inovasi yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata pendidikan.
Rekognisi global tidak dapat dibangun sendiri. Kolaborasi diperlukan dalam penelitian, publikasi, pengembangan kurikulum, pertukaran akademik, dan penguatan sumber daya manusia. Karena itu, Temu Tahunan juga memfasilitasi penandatanganan kerja sama MoU/PKS antarperguruan tinggi dan Program Studi MPI. Rekognisi global bukan sekadar simbol prestise, tetapi harus dibangun melalui mutu yang terjamin, kurikulum relevan, teknologi yang bertanggung jawab, riset berdampak, dan kolaborasi nyata

Dari Situbondo, PPMPI menyatukan langkah: bergerak dari pertemuan menuju kolaborasi, dari jejaring menuju aksi bersama, dan dari keunggulan masing-masing program studi menuju kemajuan kolektif Manajemen Pendidikan Islam Indonesia di tingkat nasional dan global.
Kontributor: Roni Harsoyo